Usai Diklat Pelatih di Kediri, Aan Bawa Misi Penguatan Kaderisasi CBP KPP Probolinggo
KEDIRI - Wakil DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, Abdut
Tawwabbur Rochman atau yang akrab disapa Aan, rampung mengikuti Diklat Pelatih
CBP KPP yang digelar DKC CBP KPP Kabupaten Kediri pada 14–17 Mei 2026. Kegiatan
tersebut berlangsung di Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
Keikutsertaan Aan menjadi bagian dari langkah DKC CBP KPP
Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas kader, khususnya di bidang
pengkaderan. Melalui forum tersebut, Aan diharapkan mampu membawa pulang bekal
pengetahuan, pengalaman, dan jejaring baru untuk menata kaderisasi CBP KPP di
Probolinggo agar lebih terarah, berjenjang, dan berkelanjutan.
Diklat Pelatih CBP KPP di Kabupaten Kediri diikuti 17 peserta, terdiri atas 10 peserta putra CBP dan 7 peserta putri KPP. Sejumlah peserta juga berasal dari luar daerah, di antaranya dari Kabupaten Malang, Magetan, dan Jombang. Kehadiran peserta lintas daerah menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang konsolidasi, pembelajaran, sekaligus pertukaran pengalaman antarkader.
CBP atau Corps Brigade Pembangunan merupakan pasukan inti di
lingkungan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau IPNU. Sementara itu, KPP atau Korp
Pelajar Putri merupakan pasukan inti di lingkungan Ikatan Pelajar Putri
Nahdlatul Ulama atau IPPNU. Keduanya menjadi ruang pembentukan kader pelajar NU
yang bergerak dalam bidang kedisiplinan, kepanduan, sosial kemanusiaan,
kebencanaan, pengabdian masyarakat, serta penguatan loyalitas organisasi.
Selama mengikuti kegiatan, Aan dan peserta lain mendapatkan
penguatan mengenai kepelatihan, manajemen forum kaderisasi, kedisiplinan
organisasi, metode pembinaan anggota, kepemimpinan, serta peran strategis CBP
KPP sebagai pasukan inti IPNU-IPPNU. Pelatihan tersebut diarahkan agar peserta
tidak hanya memahami materi organisasi, tetapi juga mampu menjadi pelatih,
pendamping, dan penggerak kaderisasi di daerah masing-masing.
Aan menyampaikan, Diklat Pelatih di Kediri memberikan banyak
pengalaman penting bagi dirinya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bekal
untuk memperbaiki pola kaderisasi CBP KPP di Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah, saya telah mengikuti seluruh rangkaian
Diklat Pelatih CBP KPP di Kabupaten Kediri. Banyak ilmu, pengalaman, dan
pelajaran organisasi yang saya dapatkan. Semoga bekal ini dapat diterapkan
untuk memperkuat sistem kaderisasi CBP KPP di Kabupaten Probolinggo,” ujar Aan.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan
penting agar CBP KPP di Kabupaten Probolinggo semakin aktif dan memiliki arah
gerakan yang jelas.
“Pengkaderan harus berjalan terarah, berjenjang, dan mampu
melahirkan kader yang disiplin, tangguh, serta siap mengabdi untuk pelajar,
santri, NU, dan masyarakat,” tambahnya.
Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Ahmad Dwi Juharmanto,
turut memberikan apresiasi atas keikutsertaan Aan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari Diklat Pelatih harus menjadi energi
baru untuk memperkuat kaderisasi CBP KPP di Kabupaten Probolinggo.
“Kita tunggu perubahannya kaderisasi CBP KPP Kabupaten
Probolinggo setelah kamu pulang,” ujar Ahmad Dwi Juharmanto.
Sementara itu, Ketua DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, Komandan
Zakaria, menyampaikan rasa syukur karena Aan telah mengikuti kegiatan tersebut
dengan baik. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama diklat dapat
memberi dampak positif bagi organisasi.
“Alhamdulillah, selamat sudah mengikuti Diklat Pelatih CBP
KPP di Kabupaten Kediri. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat bisa membawa
manfaat besar untuk penguatan kaderisasi CBP KPP Kabupaten Probolinggo,” ujar
Komandan Zakaria.
Bagi DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, keikutsertaan Aan
dalam Diklat Pelatih di Kediri menjadi langkah penting untuk menyiapkan kader
yang mampu mengelola proses pengkaderan secara lebih matang. Penguatan
organisasi dinilai tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus
ditopang oleh kader pelatih yang memiliki kapasitas, kedisiplinan, pemahaman
ideologis, serta kemampuan membina anggota.
Setelah mengikuti diklat tersebut, Aan diharapkan dapat
menjadi salah satu motor penggerak kaderisasi CBP KPP Kabupaten Probolinggo.
Peran itu penting untuk membangun kembali eksistensi organisasi di tingkat
cabang, anak cabang, hingga basis pelajar dan santri.
Keikutsertaan ini juga menjadi momentum bagi CBP KPP
Kabupaten Probolinggo untuk memperluas peran kader di tengah masyarakat.
Sebagai pasukan inti pelajar NU, CBP KPP dituntut tidak hanya aktif dalam
kegiatan internal organisasi, tetapi juga hadir dalam kerja-kerja sosial,
kemanusiaan, kedisiplinan, kebencanaan, lingkungan, dan pengabdian masyarakat.
Dari Kediri, Aan membawa misi penguatan kaderisasi untuk
Probolinggo. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar DKC CBP KPP Kabupaten
Probolinggo dalam menjadikan organisasi semakin hidup, tertata, dan memiliki
daya gerak yang lebih kuat.


Comments
Post a Comment